Aries354’s Weblog

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Sebenarnya ini bukan hasil karya sendiri, tapi saya dapatkan dari mengcopy blog orang lain.
yah.. itung-itung menambah pengetahuan dan koleksi pribadi dari pada ilang. hehe...
sekalian juga sebagai tambahan informasi bagi para pembaca.

Test psikologi situasi (bagus untuk dicoba, Selamat Mencoba .....)
Jgn lupa siapkan pulpen dan kertas, 'n jgn liat jawaban yang di bawah
dulu 
yach.... ok
Good luck..

Situasi:  Kamu berada di dalam hutan... saat berjalan kamu melihat 
gubuk
tua di sana.
(1) Apa kondisi pintu gubuk? (Terbuka/Tertutup)
Kamu masuk ke dalam gubuk dan melihat sebuah meja...
(2) Apa bentuk meja tersebut?
(Bulat/Oval/Segiempat/Bujursangkar/Segitiga)
Di atas meja, ada sebuah pot bunga... di dalamnya ada air
(3) Berapa banyak air yang terisi? (Penuh/Setengah/Kosong)
(4) Dan pot tersebut terbuat dari apa?
[(Kaca/Porselen/Tanah)(Besi/Plastik/Kayu)]
Kamu berjalan keluar gubuk... saat berjalan kamu melihat sebuah air
terjun
dari jauh... ada air yang mengalir ke bawah...
(5) Seberapa cepat airnya terjun ke bawah? (Pilih sebuah angka dari 0 
sampai 10)
Kamu terus melangk! ah... kamu menginjak sesuatu yang keras di 
tanah... 
saat
kamu melihat ke bawah... kamu melihat kilauan warna emas.  kamu
membungkuk
dan mengambilnya... itu adalah gantungan kunci dengan kunci-
kuncinya...
(6) Ada berapa banyak kunci yang kamu lihat di gantungan kunci 
tersebut?
(Pilih sebuah angka dari 1 sampai 10)
Kamu terus melangkah... coba mencari jalan keluar dari hutan...
tiba-tiba
kamu melihat sebuah kastil.
(7) Bagaimana kondisi kastil tersebut? (Tua/Baru)
Kamu memasuki kastil dan melihat sebuah kolam berisi air, tampak kotor
dan
di dalam tampak batu-batu permata berkilauan...
(8) Apakah kamu akan mengambil batu permata itu? (YA/TIDAK)
Di samping kolam tadi... ada kolam yang lain... dengan air yang bersih
dan
di permukaan tampak uang kertas mengambang...
(9) Apakah kamu akan mengambil uang tersebut? (YA/TIDAK)
Berjalan sampai ujung kastil ada sebuah pintu keluar... And 
melewatinya 
dan
berjalan keluar kastil; Di luar, ada sebuah taman besar, kamu melihat 
sebuah kotak di atas tanah. 
(10) Apa ukuran kotak tersebut? (Kecil/Sedang/Besar)
(11) Terbuat dari apakah kotak tersebut? (Karton/Kertas/Kayu/Besi)
Ada sebuah jembatan di taman agak jauh dari kotak,
(12) Terbuat dari apakah jembatan itu? (Besi/Kayu/Rotan)
Di seberang jembatan, ada seekor kuda. 
(13) Apakah warna kuda tersebut?
(Putih/Abu-abu/Coklat/Hitam)
(14) Apa yang sedang dilakukan kuda? 
(Diam/Memakan Rumput/Lari ke sana kemari)
OH TIDAK!!! Sebuah tornado datang... jaraknya agak jauh dari kuda.  
kamu
punya 3 pilihan:
(i) lari dan bersembunyi di dalam kotak?
(ii) lari dan bersembunyi di bawah jembatan?
(iii) lari ke arah kuda, menaikinya dan memacu kudanya sejauh mungkin?
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Berikut adalah penjelasannya:
(1) Pintu: 
Pintu Terbuka - kamu orang yang suka sharing 
Pintu Tertutup - kamu orang yang suka menyimpan segalanya untuk diri 
sendiri
(2) Meja: 
Bulat/Oval - teman manapun yang datang, kamu akan terima dan 
mempercayai
mereka sepenuhnya 
Bujursangkar/Segiempat - kamu agak pemilih soal teman dan hanya 
berteman
dengan mereka yang selevel dengan kamu 
Segitiga - kamu sangat pemilih soal teman dan kamu tidak punya banyak 
teman di kehidupan kamu 
(3) Air di dalam pot: 
Kosong - hidup kamu kosong 
Setengah Terisi - apa yang kamu inginkan dalam hidupmu cuma setengah 
terpenuhi 
Penuh - hidup kamu terisi penuh dan ini sangat baik bagimu
(4) Bahan baku pot: 
Kaca/Tanah/Porselin - kamu lemah dalam hidup ini dan cenderung rapuh 
Besi/Plastik/Kayu - kamu kuat dalam hidup ini
(5) Aliran air terjun: 
0 - tidak ada gairah seks 
1 ke 4 - gairah seks rendah
5 - gairah seks rata-rata 
6 ke 9 - gairah seks tinggi 
10 - gairah seks tinggi!!! Tidak bisa hidup tanpa seks...
(6) Kunci: 
1 - kamu punya satu teman baik dalam hidupmu 
2 ke 5 - kamu punya sedikit teman baik dalam hidupmu 
6 ke 10 - kamu punya banyak teman baik
(7) Kastil: 
Tua - menunjukkan bahwa hubungan terakhir kamu tidak baik dan tidak 
kamu
ingat dalam memorimu 
Baru- hubungan terakhir kamu baik dan masih hangat dalam memorimu
(8) Batu permata: 
YA - ketika pasanganmu di dekat kamu, kamu akan melirik yang lain. 
TIDAK - ketika pasanganmu di dekat kamu, kamu akan berada di dekat 
dia 
terus
(9) Uang kertas: 
YA - bahkan ketika pasangan kamu tidak ada, kamu masih akan melirik 
yang
lain. 
TIDAK - bahkan ketika pasangan kamu tidak ada, kamu masih memikirkan 
dia
dan
akan tetap setia padanya, tidak melirik yang lain.
(10) Ukuran kotak: 
Kecil - ego kecil 
Sedang - ego rata-rata 
Besar - ego tinggi
(11) Bahan baku kotak: 
Karton/Kertas/Kayu(tidak berkilauan) - kepribadian rendah hati 
Besi - kepribadian tinggi hati
(12) Bahan baku jembatan: 
Jembatan Besi - punya ikatan yang sangat kuat dengan teman-temanmu 
Jembatan Kayu - ikatan dengan tidak teman-temanmu tidak begitu 
kuat/sedang-sedang saja 
Jembatan Rotan - kamu tidak punya ikatan dengan teman-temanmu
(13) Warna kuda: 
Putih - kamu benar-benar suka/mencintai pasanganmu
Abu-abu/Coklat - kamu hanya setengah suka/cinta pasanganmu 
Hitam - kamu tidak benar-benar suka/cinta pasanganmu
(14) Apa yang sedang dilakukan kuda: 
Diam/Makan rumput - pasanganmu type rumahan dan orang yang sederhana 
Lari kesana-kemari - pasanganmu type yang liar 
Ini bagian paling akhir tapi yang paling penting dari test ini. 
Di akhir cerita... tornado datang... Apa yang akan kamu lakukan?  
Hanya 
ada 3 pilihan:
(i) lari dan bersembunyi di dalam kotak?
(ii) lari dan bersembunyi di bawah jembatan?
(iii) lari ke arah kuda, menaikinya dan memacu kudanya sejauh mungkin?
Apa yang kamu pilih? Arti simbol-simbol di atas sebagai berikut: 
Tornado -masalah-masalah dalam hidupmu 
Kotak - kamu 
Jembatan - teman-temanmu 
Kuda - pasanganmu
(i) Jadi, kalau kamu pilih kotak, artinya kamu suka menyimpan 
masalah-masalahmu untuk dirimu sendiri 
     kapanpun kamu ketemu masalah.
(ii) atau jika kamu pilih jembatan, kamu akan mencari teman-temanmu 
kapanpun kamu ketemu masalah.
(iii) atau yang terakhir jika kamu memilih kuda, kamu akan mencari 
pasanganmu kapanpun kamu ketemu masalah.

Iklan

Situs Candi Jago terletak di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi ini dahulunya bernama Jayaghu. Candi ini menurut Negarakertagama diketahui sebagai salah satu candi pendharmaan bagi Maharaja Wisnuwardhana. Hayam Wuruk disebutkan pernah melakukan kunjungan ziarah ke makam leluhurnya yakni Wisynuwardhana yang dicandikan di Jayaghu atau Jago.

Sekalipun Candi jago diketahui sebagai makam Maharaja Wisynuwardhana, namun jika dilihat dari bentuk arsitektur dan ragam hiasnya maka bangunan itu berasal dari zaman majapahit akhir. Pada tahun 1272 Saka atau 1350 Masehi, misalnya, candi itu pernah diperbaiki oleh Adityawarman. Dan sesudah itu, candi itu tampaknya mengalami beberapa kali pemugaran pada kurun akhir majapahit yakni pada pertengahan abad ke 15.

Dilihat dari bentuk arsitekturnya, Candi Jago mirip sekali dengan bentuk punden berundak yang merupakan ciri bangunan religi dari zaman megalithikum yang mengalami kebangkitan kembali pada massa akhir majapahit. Badan candi terletak diatas kaki candi yang bertingkat tiga. Bangunan utama candi terletak agak kebelakang dan menduduki teras tinggi. Diduga pada bangunan utama itu diberi atap dari ijuk sebagaimana pura-pura di Bali. Bahkan dari sudut pandang aetiologi nama Desa Tumpang tempat dimana Candi Jago berada tentu berasal dari bentuk candi tersebut, sebab didalam bahasa Jawa kuno kata Tumpang memeliki arti “lapis, deretan bertingkat, bersusun, membangun dalam deretan bertingkat”.

Arca Amoghapasa dewa tertinggi dalam agama Buddha Tantra yang memiliki tangan delapan adalah perwujudan dari Wisynuwarddhana sebagaimana disebut dalam Negarakertagama. Aca tersebut saat ini masih tersisa dihalaman candi tetapi kepalanya telah hilang. Disamping Archa Amoghapasa terdapat arca Bhaiwara yang putus kepalanya dan beberapa arca kecil serta sisa-sisa bangunan candi yang berserak disekitar area candi. Sedang arca-arca lain yang pernah diperoleh dari area candi ini disimpan di Museum Jakarta.

Sementara ditinjau dari ragam hias terutama relief-relief yang menghiasi tubuh candi yang mengisahkan lakon Krishnayana, Parthayajna dan Kunjakarna, makin menyakinkan bahwa bangunan candi tersebut berasal dari masa akhir Majapahit meski bahan-bahan batunya sangat mungkin berasal dari masa singosari atau masa ketika candi itu direnovasi oleh Adityawarman. Kisah Parthayajna dan Kunjakarna, adalah kakawin yang ditulis Mpu Tanakung yang hidup pada masa akhir zaman Majapahit. Menurut P.J. Zoetmulder (1983), kedua kakawin itu dipahatkan sebagai relief pada sebuah candi di Jawa Timur yakni Candi Jago.

Relief Kunjakarna yang menghiasi bagian teras Candi jago menceritakan Boddhicitta Wairocana di wihara yang sedang mengajarkan dharma kepada para Jina, Boddhisattwa, Bajrapani dan dewa-dewa. Pada saat yang sama yaksa bernama Kunjarakarna melakukan meditasi Buddha di Gunung Semeru agar dapat dibebaskan dari wataknya sebagai setan pada inkarnasi berikutnya.

Relief Parthahayajna menuturkan perjalanan Arjuna ke Gunung Indrakila guna melatih diri lewat tapabrata agar memperoleh bantuan senjata dari dewa. Gunung Indrakila adalah tempat ia bisa berjumpa dengan para dewa, tetapi harus melalui Resi Dwipayana, mahaguru dalam ajaran dan praktek Sivadharma. Resi Dwipayana mengajarai Arjuna tata cara untuk mencapai pembebasan dan persatuan dengan hakekat Siva. Setelah satu tahun, di Gunung Indrakila, Arjuna dikisahkan berhasil mencapai tujuannya di mana Siva menampakkan diri sebagai Hyang Kirata.

Relief Krisnayana dapat ditafsirkan sebagai suatu perwujudan kisah perkawinan Maharaja Wisynuwarddhana dengan Nararya Waning Hyun, yakni lambang perkawinan dewa Wisnu dengan dewi Sri yang menitis dalam wujud Kresna dan Rukmini. Didalam kakawin krynayana disebutkan bahwa tokoh Prthukirti, ibu Rukmini, adalah adik Kunti dan Basudewa. jadi Kresna dan Rukmini adalah saudara sepupu. Hal itu sesuai dengan fakta bahwa Wisynuwarddhana adalah sepupu Waning Hyun. Pada akhirnya, Kresna berhasil menikahi Rukmini dan hidup bahagia dengan dikaruniai sepuluh orang anak.

Diakui atau tidak tujuan utama manusia bekerja hanya untuk KENYANG DAN SENANG klo istilah jawa Weteng lan Seneng. Ya, memang kenyataannya begitu (faktor agama tidak masuk hitungan loh). Tapi justru banyak manusia yang OVER alias kelewat batas dalam memenuhi kenyang dan senang tadi, mereka berlomba-lomba mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya yang tanpa sadar telah mengorbankan faktor tersebut. Mereka bekerja keras berangkat pagi, pulang malam demikian terus setiap harinya (terkecuali hari libur), sungguh ironis memang tapi itulah kenyataannya, akan tetapi saya disini bukan mengajarkan anda untuk malas bekerja, silahkan bekerja tapi harus mampu mengontrol waktu bukan malah terbawa arus waktu.

Mengutip dari teori yang dikemukakan oleh Richad Calson, Psd. bahwa “Semakin kita mempunyai pendapatan lebih (Rejeki) maka akan semakin sering juga manusia untuk menghamburkan/ menghabiskannya.” contoh realitisnya : semakin tinggi gaji yang kita peroleh, maka keinginan untuk belanja akan tinggi juga, ingin baju yang bagus, motor yang keren, mobil yang mewah, bahkan rumah yang megah dll.

Lalu bagaimana jalan keluarnya?

Untuk itulah blog ini saya tulis, kata kuncinya adalah Standart Hidup. loh kok?

Maksudnya adalah kita harus membatasi standart hidup kita, membatasi disini bukan berarti irit sampai melilit tetapi sewajarnya saja, artinya jika 1 bulan kita menghabiskan uang untuk belanja 500 ribu, maka bulan selanjutnya kita pertahankan pada angka 500 ribu. Dan jangan lupa satu faktor yang paling penting, yaitu mensyukuri semua rejeki yang diberikanNya tanpa merasa kurang, karena dengan demikian kita akan bisa menikmati arti hidup yang sesungguhnya.

Semakin tinggi standart hidup kita, maka gaya hidup kita pastinya juga semakin wah… tapi sadar atau tidak kita akan jadi pelayan dari pelayan kita. Bingung ya? Maksudnya harta-bendalah yang seharusnya melayani kita jika kita membutuhkannya tapi yang terjadi justru sebaliknya, kita sibuk mengurusinya, menjaganya, mengansuransikan, takut hilang (sampai memmbayar security) bahkan sulit tidur.

Mau kita pikirkan atau tidak, suatu saat pasti semuanya kita tinggal. Entah nanti, besok, lusa, minggu depan atau kapanpun yang pasti akan datang. Betul kan?

Jumlah mainan yang terlalu banyak dalam jangka waktu yang pendek antara mainan yang lama dan yang baru, sebelum mainan lama belum sempat juga dimainkan dengan baik, dapat membuat anak acuh terhadap mainan mainannya. Akhirnya anak akan selalu menuntut akan datangnya mainan baru ketimbang bermain dengan mainan yang ada anak akan merasa selalu tak puas dan merasa bahwa mainannya yang sempurna ada disekitanya. Itu artinya anak bosan dengan mainan yang ada dirumahnya dan menuntut orang tua untuk membellikan mainan yang baru. Hal ini akan terus terjadi berulang-ulang. Akhirnya mainan akan menumpuk dirumah. Anak tidak pernah merasa puas akan mainannya, dan ujungnya mainan itu ditaruh di gudang atau dibeikan ke orang lain.

Jika anda ingin membelikan anak anda mainan, tanamkan bahwa ini bukanlah keinginan untuk sekedar menghabiskan uang/membelikan segala apa yang anak minta. Tetapi ini adalah keinginan untuk mengetahui apa yang benar-benar diinginkan oleh anak anda. Bukan hanya sekesa mainan yang ia tahu dari iklan akan tetapi mainan yang anda thu dari observasi anda sebagai orang tua dan dari komentar anak anda apa yang ia suka. Misalnya anda tahu bahwa anak anda suka terhadap mainan puzzle. Belikan ia puzzle yang mendidik. Membelikan sesuatu yang terlalu rumit lalu orang tua mengharapkan anaknya agar bermain sendiri adalah hal yang sangat keliru. Jika anak anda meminta sesuatu yang belum atau tidak mungkin anda penuhi (misalnya karena terlalu mahal) seperti sepeda, ada cara ygn menarik. Anda dapat berpatungan bersama-sama dengan orang tua atau saudara anda lalu membelikannya pada saat yang tepat misalnya pada hari ulang tahunnya. Atau anda dapat mengajrkannya bahwa anda sebagai orang tua tidak sanggung untuk membelikan mainan yang mahal yang kebetulan anak anda sangat menginginkannya.

Terakhir, anda menemukan bahwa ternyata mainan anak anda telah menumpuk dan tersebar kemana-mana disekitar ruangan. Tiap kali anda harus membereskan dan mengumpulkannya dalam wadah/kotak mainan. Jika demikian, anda dapat mengajarkan anak anda untuk mengumpulkan mainannya setiap kali ia selesai bermain. Meinta anak anda untuk memasukkan mainannya yang telah selesaidimainkan dalam kotak atau wadah mainan. Untuk pertama kali memang sulit, anak cenderung untuk membongkarnya kembali. Tetapi pelan-pelan ia akan belajar untuk meletakkan mainan sesuai tempatnya.

CANDI

Posted on: Agustus, 2008

         Candi adalah sebuah bangunan tempat ibadah dari peninggalan masa lampau yang berasal dari agama Hindu-Buddha. Namun demikian, istilah ‘candi’ tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja. Banyak situs-situs purbakala lain dari masa Hindu-Buddha atau Klasik Indonesia, baik sebagai istana, pemandian/petirtaan, gapura, dan sebagainya, disebut dengan istilah candi.

 

Beberapa candi di Jawa Timur :

* Candi Gambar

* Candi Badut (Malang)

* Candi Jago (Tumpang, Malang)

* Candi Kidal (Malang)

* Candi Singosari (Singosari, Malang)

* Candi Sanggariti (Batu, Malang)

* Stupa Sumberawan (Singosari, Malang)

* Candi Rambut Monte (Krisik, Ngantang, Malang)

* Candi Panataran (Nglegok, Blitar)

* Candi Selakelir

* Candi Surawana (Pare, Kediri)

* Candi Tigawangi (Pare, Kediri)

* Kompleks Pertapaan Goa Selomangleng (Mojoroto, Kediri)

* Candi Dorok (Pare, Kediri)

* Candi Lor (Loceret, Nganjuk)

* Candi Ngetos (Ngetos, Nganjuk)

* Candi Rimbi (Ngrimbi, Jombang)

* Kompleks Percandian Gunung Arjuna

* Candi Jawi (Prigen, Pasuruan)

* Candi Kebo Ireng (Kejapanan, Pasuruan)

* Candi Gunung Gangsir (Gunung Gangsir, Pasuruan)

* Kompleks Percandian Gunung Penangungan (Trawas, Mojokerto)

   o Petirtaan Jalatunda

   o Candi Kama I

   o Candi Kama II

   o Candi Gajah Mungkur

   o Candi Wayang

   o Candi Kendalisada

   o Candi Pasetran

   o Gapura Jedong (gapura tipe candi bentar)

   o Petirtaan Watu Tetek

   o Petirtaan Belahan

   o Candi Lemari

   o Candi Gentong

* Candi Brangkal (Ngoro, Mojosari)

* Kompleks Trowulan (Mojokerto)

  o Candi Tikus

  o Candi Klinterejo (Sooko, Mojokerto)

  o Candi Menak Jingga

  o Candi Brahu

  o Candi Gentong

  o Gapura Wringin Lawang (tipe candi bentar)

  o Gapura Bajang Ratu (tipe paduraksa)

  o Kolam Segaran

  o Candi Kedaton

* Kompleks Percandian Gunung Welirang

  o Reco Lanang

  o Reco Wadon

  o Watu Meja

  o Watu Kaca

* Candi Sawentar (Garum, Blitar)

* Candi Simping (Simping, Blitar)

* Kompleks Percandian Panataran (Blitar)

* Candi Gambar Wetan (Blitar)

* Candi Jabung (Probolinggo)

* Candi Gayatri atau Candi Boyolangu (Boyolangu, Tulungagung)

* Candi Dadi (Boyolangu, Tulungagung)

* Candi Meja (Boyolangu, Tulungagung)

* Candi Cungkup atau Candi Sanggrahan (Boyolangu, Tulungagung)

* Candi Selomangleng atau Goa Pertapaan Selomangleng (Boyolangu, Tulungagung)

* Candi Pendem (Trenggalek)

* Candi Pari (Porong, Sidoarjo) seberang Kolam Lumpur LAPINDO

* Candi Sumur (Porong, Sidoarjo) seberang Kolam Lumpur LAPINDO

                                                                                                    

 

 

Sebagai orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan.

Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya.

Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa?

Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya?

Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik.

Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu.

Dr. Howard Gardner, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple Intelligence mengajukan 8 jenis kecerdasan yang meliputi :

Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata
Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi
Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama
Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak
Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung
Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain
Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri
Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar
Cerdas Spiritual – menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta

Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri.

Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol.

Albert Einstein, terkenal jenius di bidang sains, ternyata juga sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika.

Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasannya secara maksimal. Justru PERAN ORANG TUA dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung JAUH LEBIH PENTING dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak.

Jadi, untuk menjamin masa depan anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantungkan pada sukses sekolah semata. Ayah-Ibu HARUS berusaha sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak.

 

Sebagai ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk kehidupan, manfaat Biologi dalam meningkatkan kesejahteraan manusia tidak perlu diragukan lagi. Berdasarkan ilmu murni Biologi, telah dikembangkan berbagai ilmu terapan (bioteknologi) yang telah memajukan dunia kedokteran, industri, pertanian, dan peternakan, serta perikanan. Seberapa besarkah pemanfaatan biologi untuk kesejahteraan manusia telah dilaksanakan? Untuk mengetahui hal tersebut marilah kita pelajari uraian selanjutnya berikut ini.

Dahulu banyak masalah penyakit yang tidak dipahami penyebab maupun cara pengobatannya, sehingga cara yang ditempuh untuk mencegah maupun dalam menyembuhkannya tidak tepat. Tetapi berkat perkembangan Biologi, khususnya dalam cabang ilmu: anatomi dan fisiologi manusia, mikrobiologi, virologi dan patologi, telah banyak membantu para dokter dalam memahami penyebab gangguan tersebut. Dengan demikian para dokter berhasil mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit yang sampai saat ini sering menjadi masalah yang menakutkan manusia.
Berikut ini adalah contoh-contoh sumbangan pengetahuan yang telah diberikan oleh Biologi beserta cabang-cabang ilmunya dalam dunia kesehatan dan atau kedokteran.

 

a.

Para penderita penyakit yang mengalami kerusakan pada salah satu organ tubuhnya, kini telah mendapatkan jalan keluarnya yaitu melalui teknik transplantasi (pencangkokan) organ. Transplantasi organ yang sudah berhasil dilakukan oleh para dokter adalah pencangkokan ginjal, jantung, sumsum tulang belakang maupun hati.

 
 

b.

Teknik fertilasi invitro telah dapat diaplikasikan tidak hanya pada hewan ternak, tetapi telah dapat dilakukan pada manusia. Teknik ini dapat membantu pasangan suami istri yang sulit mendapatkan keturunan karena suatu kelainan. Fertilasi ini tentunya berasal dari gamet pasangan yang bersangkutan. Teknik karakterisasi dan pemisahan gamet sperma yang membawa kromosom X dan Y (penentu jenis kelamin keturunan) juga telah berhasil dilakukan. Teknik ini memungkinkan para pasangan suami isteri mendapatkan keturunannya dengan jenis kelamin tertentu.

 
 

c.

Mikrobiologi kedokteran telah berhasil mengidentifikasi beberapa jenis mikroba yang menyebabkan penyakit pada manusia maupun hewan. Dengan demikian, antibiotik untuk mikroba-mikroba tersebut dapat dibuat.

 
 

d.

Virologi pun telah memberikan sumbangannya pada dunia kedokteran, dengan mendasari pengetahuan dalam usaha menciptakan vaksin-vaksin. Misalnya pada kasus yang baru saja terjadi yaitu mengenai Virus Flu Burung. Sebuah surat kabar memberitakan bahwa Virus Flu Burung atau disebut juga Virus Avian Influenza, yang hanya dapat diteruskan kepada manusia melalui kontak yang sangat dekat, telah dapat ditemukan vaksinnya oleh para pakar Imunologi dan Bioteknologi di Badan Kesehatan Dunia (WHO). Caranya adalah dengan menggabungkan gen Avian dengan gen flu pada manusia agar menjadi ‘aman’. Mereka mengambil satu gen virus flu burung kemudian menggantikan gennya tadi dengan gen flu manusia. Hasil dari kombinasi virus buatan ini kemudian dipersiapkan sebagai basis untuk pembuatan vaksinnya. (Sumber: Pikiran Rakyat 5 Februari 2004).

 
Iklan